Breaking News

Pemuda dan Media Harus Aktif Mengawal Kebijakan Publik

Pdpmjogja.org - Kota Jogja memiliki 2 nyawa, yaitu Kota Jogja sebagai kota pendidikan dan kota pariwisata. Namun kedua nyawa ini mulai melemah. Yang pertama, melemahnya identitas Jogja sebagai kota pelajar. "Saat ini mungkin kita melihat perguruan-perguruan tinggi di luar Jogja mulai meningkat. Banyak yang merasakan kuliah di Jogja dan diluar Jogja sama saja. Dengan begitu identitas Jogja sebagai Kota Pelajar melemah." Ujar Agung Rahardja dalam Kajian Hikmah "Melihat Kota Jogja Saat Ini Dari Perspektif Media pada Senin malam (25/7/2016) di Masjid Al-Huda, Jagalan, Banguntapan, Bantul. Kajian ini diselenggarakan oleh PD Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja yang bekerjasama dengan PCPM, PCNA dan FOKOPA Kotagede.

Sedangkan pada sektor pariwisata juga terjadi berbagai masalah, diantaranya adalah masalah penataan kawasan pariwisata, pembangunan hotel, pemberdayaan masyarakat serta kemacetan. "Penataan pariwisata di Kota Jogja belum baik, terutama tidak berdasarkan pada pembangunan yang berwawasan lingkungan. Kemacetan, ruang terbuka hijau, serta masalah dalam pembangunan hotel. Saat ini banyak hotel yang menggunakan air tanah di permukaan. Padahal seharusnya, hotel harus menggunakan air tanah dalam." Tambah Agung yang berprofesi sebagai wartawan di Bernas Jogja.

Saat ini, kebijakan-kebijakan di Kota Jogja kebanyakan hanya berupa slogan-slogan tanpa ada regulasi yang mampu memberikan kekuatan pada kebijakan tersebut. Misalnya, ruang untuk pejalan kaki, kota ramah pesepeda dan gerakan masyarakat mengaji. "Semua hanya berupa slogan dan kampanye, namun tidak ada regulasi yang mampu untuk memaksa melaksanakan gerakan tersebut." Tutur Agung.

Melihat kondisi Jogja saat ini, Agung juga mengungkapkan bahwa beberapa kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak murni dari Pemerintah Kota (Pemkot), melainkan ada kekuatan misterius diluar itu. hal tersebut juga terjadi di kabupaten-kabupaten di DIY lainnya.

Media harus mampu menjadi pengawal kebijakan-kebijakan publik. "Media jangan hanya sebatas memberikan informasi saja. Media juga harus mampu menjadi kontrol dalam mengawal kebijakan-kebijakan berdasarkan hukum positif." Tegas Agung.

Kaum muda, terutama Pemuda Muhammadiyah juga harus aktif dalam mengawal kebijakan-kebijakan publik saat ini. Sehingga kebijakan yang disahkan adalah kebijakan yang baik dan tepat.

Tidak ada komentar