Breaking News

Panggung Penistaan Agama

Oleh: Anang Amiruddin Nugroho

Ketika ulama sudah tidak didengar lagi fatwanya, ketika itu pula orang-orang munafik sedang beradegan mesra dengan para kolega-koleganya. Belum lagi peran media, dengan begitu jelinya membuat branding layaknya seorang pesakitan yang tidak bersalah. 


Tim cyber si aktor juga ikut berperan, dengan berbagai statementnya memberikan penguatan dari pemberitaan media. Sementara rakyat dibuat seolah tidak berkutik, hanya menjadi seorang penonton, pengomentar, dan pendengar saja, karena tidak memiliki posisi tawar yang menguntungkan.

Mirip sekali adegan film telenovela berseri yang ke sekian, dengan aktor yang masih sama. Seorang politisi tingkat daerah, namun porsi jangkauan pemberitaannya melambung seantero negeri. Politisi ini seperti sudah disetting, ".. kamu harus begini-begini dan begini, nanti dampaknya kami yang tangani .." barangkali begitu kata seorang sutradara.

Aktor itu pun kian dikenal oleh rakyat, bahkan rakyat yang tidak mengikuti pemberitaannya juga ikut mengenal. Sistematis sekali, sangat sistematis! Penistaan agama seolah menjadi panggung si aktor dalam berpose. Rakyat yang paham agama seperti dicap sebagai seorang radikal, sementara rakyat dengan modal cuap-cuap asal bijak disanjung-sanjung bagai seorang cendekiawan.

Dunia ini sudah terlalu keruh, akhir zaman kian nampak. Salah satu senjata umat yang terakhir adalah dengan berdzikir kepada Allah, mengingat Allah, dan kembali kepada ajaran-ajaran-Nya. Karena setiap manusia adalah khalifah Allah, maka menjadi sebuah kewajiban untuk mengingatkan dan menunjukkan sesuatu yang benar. Tentunya dengan cara-cara yang baik dan bantahan-bantahan yang baik. Wallahualam bisshawab.

*Bendahara PDPM Kota Yogyakarta,
Alumnus Prodi PGMI UIN Sunan Kalijaga,
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

Tidak ada komentar