Breaking News

Gelar Sarasehan KOKAM Se-Jogja, Kepada Siapa KOKAM Harus Satu Komando?

Pdpmjogja.org - Beberapa polemik yang terjadi pada akhir 2017 lalu, terutama perbedaan instruksi dalam kehadiran di Apel Kebangsaan dan Apel Pengamanan Hari Raya Natal membuat garis komando ditubuh KOKAM menjadi tidak jelas. Instruksi siapa yang harus anggota KOKAM patuhi dan laksanakan? Kepada siapa personil KOKAM harus satu komando?



Hal tersebut diangkat dalam Sarasehan KOKAM Kota Jogja pada Kamis (22/2) di Masjid Kantor PDM Kota Jogjakarta tadi malam. Turut hadir sebagai pembicara Komandan Nasional KOKAM PP Pemuda Muhammadiyah Mashuri Masyhuda, Ketua PDM Kota Jogjakarta Akhid Widi Rahmanto, dan Ketua PWPM DIY Iwan Setiawan.

Kepada Siapa KOKAM Harus Satu Komando?
Polemik ini terjadi ketika apel kebangsaan di Prambanan beberapa waktu lalu, dimana instruksi Ketua PWPM dengan Danops KOKAM berbeda. Kondisi tersebut cukup membingungkan personil KOKAM ditingkat bawah.

Menurut Ketua PDM Kota Jogjakarta yang juga Senior KOKAM DIY Akhid Widi Rahmanto, Komandan KOKAM adalah Ketua Pemuda Muhammadiyah. "Komandan KOKAM ya Ketua Pemuda Muhammadiyah, Kalau di tingkat wilayah Komandan KOKAM adalah Mas Iwan, sedangkan Kang Darojat sebagai Komandan Operasional (Danops). Kalau di Kota Jogja ya berarti Mas Yuris. Mas Makruf hanya Danops." Katanya.

Akhid Widi Rahmanto juga menegaskan bahwa yang memiliki komando hanyalah komandan. Sedangkan Danops hanya membantu Komandan (Ketua Pemuda Muhammadiyah). "Danops kan setara dengan Wakil Ketua dan hanya membantu Komandan, sehingga tidak memiliki komando." Tambahnya.

KOKAM Dibawah Pemuda Muhammadiyah atau Muhammadiyah?
Pada instruksi menghadiri Apel Pengamanan Natal oleh Danops KOKAM Kota Jogja tidak sepenuhnya ditaati oleh oleh sebagian personil KOKAM di Kota Jogja. Hal tersebut membuat Ketua PDM Kota Jogja turut memberikan arahan kepada personil KOKAM untuk menghadiri apel tersebut. Namun ternyata hal tersebut membuat beberapa pihak yang tidak mau patuh malah menggiring opini bahwa KOKAM dibawah Pemuda Muhammadiyah, bukan Muhammadiyah.

Opini tersebut dipatahkan oleh Ketua PWPM Iwan Setiawan. Dalam keadaan darurat, komando KOKAM juga bisa diambil alih oleh Pimpinan Muhammadiyah. "KOKAM memang dibawah Pemuda Muhammadiyah, namun dalam hal-hal tertentu (darurat), komando bisa diambil alih oleh Pimpinan Muhammadiyah. Contohnya tahun 1965, dimana KOKAM langsung dibawah instruksi Ketua Umum PP Muhammadiyah KH. Ahmad Badawi dan Komandannya Ketua PWM DKI Jakarta." Tegas Iwan.

Pro Kontra KOKAM Kota Jogjakarta menghadiri Apel Pengamanan Natal
Instruksi menghadiri apel pengamanan natal di Mandala Krida lalu menuai pro-kontra di intern KOKAM. Banyak yang menilai bahwa apel pengamanan tersebut untuk menjaga gereja. Hal tersebut diklarifikasi oleh Iwan Setiawan. "Kalau hanya menghadiri undangan apel, saya kira tidak apa-apa. Kita sebagai KOKAM menghadiri apel dalam rangka turut menjaga kondusifitas dilingkungannya masing-masing. Tidak masuk keranah ibadah, jaga gereja dan sebagainya. Kecuali kalau dijadwal untuk menjaga gereja, itu baru KOKAM menolak, kalau hanya ikut upacara di Mandala Krida saya kira tidak ada masalah." Ujar Iwan.

Satu Komando kepada Komandan KOKAM
Danops Nasional Mashuri Masyhuda menghimbau kepada seluruh personil KOKAM untuk merapikan dan merapatkan barisan. "Kita setiap hari lima kali mengucapkan kalimat untuk merapikan dan merapatkan shaf. Jangan hanya diartikan ketika saat sholat berjamaah. Tetapi juga harus diamalkan dalam hal yang lain." Ujarnya.

Sudah seharusnya anggota KOKAM taat dan patuh dengan komando dari Komandan KOKAM yang sah. Bukan dari orang lain, yang bukan Ketua Pemuda Muhammadiyah maupun Danops KOKAM. Satu komando kepada Komandan KOKAM. "Kalau personil KOKAM saja tidak mentaati dan melaksanakan komando, bisa hancur KOKAM." Tambah Mashuri.

1 komentar: