Breaking News

Jelajah Kotagede Sambil Bikin Sketsa, PCPM Kotagede Ajak Anak Muda Jaga Kawasan Pusaka Kotagede



Pdpmjogja.org, Kotagede – Kotagede merupakan bekas Ibukota Kerajaan Mataram Islam yang hingga kini masih menyisakan peninggalan-peninggalan yang perlu untuk dijaga. Peninggalan tersebut bisa berupa bangunan fisik, makanan khas maupun kultur sosial masyarakat di Kotagede. Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kotagede berharap kekayaan yang dimiliki Kotagede ini dapat terus dijaga serta memberikan manfaat untuk masyarakat Kotagede itu sendiri.


Melalui Bidang Seni Budaya dan Pariwisata, PCPM Kotagede mengadakan Jalan-jalan Sketsa pada Ahad (8/4/2018). Lewat acara ini, PCPM Kotagede berupaya mengenalkan kawasan pusaka Kotagede di kalangan anak muda sambil belajar seni sketsa. Antusiasme masyarakat, khususnya anak muda untuk mengikuti acara ini cukup tinggi. Hal tersebut terbukti dengan penuhnya kuota untuk peserta yang disediakan oleh panitia. “Pendaftaran baru dibuka 2 hari, kuota sudah penuh. Target awal kita hanya 50 peserta, tapi ternyata sampai 60 peserta. Dan itu sebenarnya masih banyak lagi yang ingin mendaftar.” Ungkap Ketua Bidang Seni Budaya dan Pariwisata PCPM Kotagede Ahmad Yusroni Nugraha.

Salah satu karya peserta Jalan-jalan Sketsa
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diawali dengan materi tentang ilmu Seni Sketsa yang disampaikan Urip Tri Hasanah dan Imam Zakaria di Aula SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Setelah memperoleh ilmu Sketsa, peserta diajak untuk jalan-jalan menikmati kawasan pusaka di Kotagede, diantaranya adalah Omah Pocong, Langgar Duwur, Masjid Gedhe Mataram dan Between Two Gates. Usai jalan-jalan keliling Kotagede, peserta diminta untuk mempraktekkan ilmu sketsa dengan menggambar lokasi-lokasi yang telah dikunjungi.

Menurut Roni, acara ini bertujuan untuk mengenalkan kawasan pusaka di Kotagede kepada anak-anak muda sambil belajar seni sketsa. “Melihat banyak potensi teman-teman yang suka dalam bidang sketsa dan belum mengenal Kotagede secara jelas, maka kami membuatkan konsep jalan-jalan keliling Kotagede dengan menceritakan sejarah, asal-usul, dan cagar budaya di Kotagede. Sambil mensketsa bangunan-bangunan dan makanan khas Kotagede. Jadi kita dapat menikmati Kotagede bukan hanya dengan jalan-jalan, namun juga dengan seni sketsa.” Katanya.

Dengan diadakannya Jalan-jalan Sketsa, Roni berharap masyarakat tahu bahwa Muhammadiyah juga peduli dengan pelestarian kawasan pusaka dan cagar budaya di Kotagede. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan berkemajuan dapat melakukan dakwah kreatif yang lebih disukai anak muda tanpa meninggalkan kearifan lokal. “Dan dengan kegiatan ini, harapannya masyarakat tau kalau Muhammadiyah juga respek dengan cagar budaya dan bisa berdakwah melalui media seni sketsa.” Tambahnya.

Tidak ada komentar